Rabu, 28 April 2010

Doa Siapa yang Terkabul

Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang.

Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan, namun mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa kepada Tuhan. Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Mereka lalu tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.

Doa pertama mereka panjatkan. Mereka memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki pertama melihat sebuah pohon dipenuhi buah-buahan yang tumbuh di sisi tempat tinggalnya, sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Seminggu kemudian, lelaki yang pertama merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki pertama itu tinggal, sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki kedua tetap saja tidak ada apa-apanya.

Segera saja, lelaki pertama ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya, sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa.

Akhirnya, lelaki pertama ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya, mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki pertama dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain pulau itu.
Begitu kapal siap berangkat, lelaki pertama ini mendengar suara dari langit yang sangat menggema, “Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?”

“Karena hanya doa akulah yang dikabulkan,” jawab lelaki pertama ini. “Doa lelaki temanku itu tak satu pun dikabulkan. Karenanya, ia tak pantas mendapatkan apa-apa.”

“Kau salah!” suara itu membentak membahana. “Tahukah kau bahwa rekanmu itu setiap hari ikut berdoa dan setiap doanya selalu dikabulkan.”

“Katakan padaku,” tanya lelaki pertama itu, “doa apa yang telah dia panjatkan?”

“Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!”

Pesan moral dari cerita ini adalah sebagai berikut.

Terkadang kita berpikir bahwa hasil yang telah kita dapatkan adalah akibat dari doa kita yang telah dikabulkan. Kita terkadang tidak sadar bahwa doa kita terkabul karena doa orang lain yang juga ikut mendoakan kita; mungkin doa dari keluarga kita, kerabat, bahkan orang lain di sekitar kita. Jangan pernah ada kesombongan dalam hati karena apa yang telah kita miliki bisa jadi akibat dari doa orang lain juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar